Sunday, December 21, 2008

Pengenalan Seni Ukir Buah dan Sayuran


Pertemuan bulanan kali ini diwarnai dengan hujan cukup deras hari itu sehingga tidak terlalu banyak peserta yang hadir. Namun, acaranya cukup menarik karena kita secara resmi berkenalan langsung dengan ketua DWP KBRI Roma yang baru, yaitu Ny. Woro Yuwono. Kita semua berharap, ketua baru kita akan membawa warna dan suasana baru dan bersedia membimbing kita untuk lebih baik lagi dalam berorganisasi.
Bagian Pendidikan juga ikut menyumbangkan acara, yaitu Perkenalan Seni Mengukir Buah dan Sayuran yang disampaikan oleh Ny. Sally Wehantouw. Dengan kemahirannya, Ibu dari dua orang putra ini mengukir beberapa jenis buah dan sayuran, dimulai dari tomat yang disulap jadi teratai atau jadi mawar merah, wortel jadi pohon palem, hingga apel dan timun yang jadi daun. Masih ada banyak lagi kreasi ukiran yang dikuasai Bu Daniel ini, namun tidak dikeluarkan semua di pertemuan bulanan karena akan dilanjutkan dengan dibukanya Kelas Mengukir Buah dan Sayuran. Kelas ini akan dilaksanakan dalam dua kali pertemuan dengan dibimbing langsung oleh Ny. Sally.
Bukan hanya memperkenalkan hasil kreasi ukir saja, Ibu berdarah Ambon ini juga memperkenalkan alat utama yang diperlukan untuk mendapatkan hasil ukiran yang baik dan tentu saja untuk lebih bisa bermain-main dengan buah dan sayuran. Dibawa langsung dari Indonesia beberapa jenis pisau khusus dengan ujung lancip, ramping dan agak lengkung (lihat gambar) dalam satu kotak juga turut ditawarkan kepada peserta pertemuan yang hadir hari itu seharga €8.00 …..”tentu saja langsung ludes dan jadi rebutan.”
Ada arisan tentunya ada makanan, kali ini giliran tekwan yang menghangatkan suasana dilanjutkan dengan sayur tumis dan ikan balado, juga dilengkapi dengan aneka kue talam dan sosis solo hasil ketrampilan tangan Ny. Daruni Purnomo. Para sponsor makan siangnya adalah Ny. Farida Erizal, Ny. Daruni Purnomo dan Ny. Roulina Allegreti karena mereka mendapat arisan bulan lalu.
Puncak acara di setiap pertemuan bulanan kita adalah pengocokan arisan,……” teng teng teeeeeeeeng….and the winners are bu Sally, bu Titu` dan bu Roulina (lagi?)….Yeah…Selamat shopping kepada para pemenang………..tapi inget loh bulan depan ditunggu menu andalannya”. Dilanjutkan dengan pengocokan lotre satu Euro-an yang mengobati kesedihan mereka yang ga beruntung mendapatkan arisan…..he3x.

Monday, August 25, 2008

Perkenalan dan Ceramah Pendidikan Anak

Menurut Ibu Sri Rejeki kemampuan seorang anak akan optimal dengan stimulun yang diberikan orang tuanya, banyak lagi tips-tips seputar mengoptimalkan bakat anak yang diberikan hari itu. Dengan gayanya yang bersahaja dan keibuan, Ibu Sri Rejeki ini dengan usianya yang masih terhitung muda sudah mempunyai segudang kesibukan baik di dalam maupun di luar rumah dari mulai mendidik dua orang buah hatinya sampai dengan mengajar di Taman Kanak-kanak dan juga memberikan materi kuliah di sebuah Universitas. Beliau ke Italy dalam rangka menjenguk suami tercinta yang sedang sekolah di salah satu universitas di Italy yang kemudian oleh Bagian Pendidikan DWP KBRI Roma dimintakan untuk mengisi acara Pertemuan Bulan Agustus ini. Acara pertemuan bulan Agustus ini sebelumnya diawali dengan perkenalan dua anggota baru yaitu Ibu Woro Yuwono yang merupakan Ibu DCM KBRI Roma yang baru saja tiba di Roma setelah sebelumnya bertugas di KBRI London, selain itu juga perkenalan dengan Ibu Iim Krishna, Istri dari Bapak Krishna K. Hannan, yang sebelumnya bertugas di KBRI untuk Turki. Bahagia sekali kami, DWP KBRI Roma, mendapat tambahan anggota baru langsung setelah bulan sebelumnya sempat sedih karena kehilangan dua anggota. Kepada Ibu Woro dan Ibu Iim kami mengucapkan selamat datang dan selamat bergabung dengan DWP KBRI Roma semoga kita bisa saling bertukar ilmu demi kemajuan Wanita Indonesia. Amin.

Thursday, July 10, 2008

Ayo Bermanis-manis!!!

Pernah ga dibikin bingung ketika makan dengan jumlah gelas yang lebih dari satu macam??? jumlah alat makan dari silver yang berderet??? santai .......kita sebelumnya ga tahu kok klo duduk yang tegak itu didapatkan dari posisi pantat yang mantep ke belakang, atau juga sendok yang cekung itu dipakai untuk makan soup, tau ga, klo ternyata susunan sendok & garpu juga pisau itu digunakan dengan dimulai dari bagian luar?....juga ternyata pisau tabu banget klo sampe nyentuh bibir kita!!!! Untung saja Ibu Duta Besar, Ibu Susanto Sutoyo, dengan senang hati mau memberikan setetes dari lautan ilmunya berdasarkan pengalaman pribadinya sendiri pada Pertemuan Bulan Juli ini.
Ga cukup hanya memperkenalkan kegunaan masing-masing alat makan, namun juga apa yang sebaiknya dilakukan kalo kita diundang sehari sebelumnya.....menurut Ibu Duta Besar, penting sekali kita konfirmasi kehadiran. Juga sebaiknya datang tepat waktu, juga sebaiknya bila perlu ke belakang dilakukan sebelum acara makan dimulai....dan ikut menghidupkan suasana acara misalnya dengan ga malu-malu memulai pembicaraan walaupun dimulai dari hal kecil dannnnnnnnnnnnnn.............Ibu Duta Besar sangat menekankan perlunya kita untuk selalu menyatakan kesukaan atas segala sesuatu yang dihadirkan "Sang Host".....walaupun itu hanya sebuah papan nama kecil bertuliskan nama kita.....biasanya Host akan "Geer" klo kita minta setelah acara selesai........selanjutnya silahkan mau dijadikan koleksikah?.....o...whatever!!! pokoknya pesen Ibu Duta Besar : "bermanis-manislah". Makanlah dengan mengikuti tempo undangan yang lain....jangan terlalu cepat selesai o............sampai ditungguin....ups....klo sendok jatuh....biarkan saja!!! minta saja yang lain dengan pelayan. Setelah hari "H" juga disarankan untuk mengirimkan ucapan terima kasih dan ungkapan kesenangan atas acara yang diadakan Host. Masih banyak lagi pelajaran yang diberikan oleh Ibu Susanto Sutoyo hari itu.....ditambah lagi peserta arisan juga sangat tertarik dan rebutan mengajukan pertanyaan seputar tema Pertemuan Bulanan kali ini yaitu "Pengenalan Table Manner". Kepada Ibu Duta Besar, kami ucapkan terima kasih atas kemurahan hati ibu untuk mau membagikan ilmunya hari itu. Ok deh.....para ibu-ibu yang selalu ingin tampil cantik jangan lupa untuk dandan ke belakang..........ssssssssttttt...ternyata lipstikan di meja makan selesai makan juga tabuuuuuuuuu!!!!!!!!!!........ apalagi yang namanya ngambil daging disela sesuatu!!!

Saturday, June 21, 2008

Sejarah Roma & Perpisahan 2 Anggota

Kebanyakan dari kita cuma tahu Romulus dan Remo itu lambang Club AS Roma, atau ya lambangnya kota roma......... tapi sebenernya siapa sih mereka itu? biar ga cuma tau itu aja DWP KBRI Roma mengundang seorang Mahasiswa Indonesia yang sedang mempelajari Seni Eropa, Mbak Tine Gingoni namanya. Dibantu dengan Mas Paolo, Mbak Tine menceritakan sejarah Kota Roma kepada peserta Pertemuan Bulanan..........Jadi ibu-ibu ternyata romulus & Remo itu dua anak kembar yang merupakan anak dari Dewa Perang, Dewa Marte, dan Dewi Rea, perawan penjaga api di kuil Dewa Vesta Rea Silvia. Karena harus menjalani hidup di penjara, Dewi Rea tidak bisa merawat sendiri Romulus dan Remo, sehingga dirawat oleh Pamannya.....namun mereka kemudian menurut legenda dibuang ke hutan oleh pamannya, Amulia, yang ingin merebut kerajaan Albalongga...legenda berlanjut ketika ternyata dua anak kembar itu besar dengan asuhan seekor serigala..... Setelah besar mereka berperang untuk mendapatkan tanah sebagai tempat tinggal mereka. Seru sekali memang mendengarkan cerita Mbak Tine...sampai-sampai ga terasa waktu sudah menunjukkan waktunya makan siang.
Selain mendapat tambahan ilmu mengenai sejarah kota Roma, Pertemuan Bulan Juni ini juga moment dimana DWP KBRI roma harus kehilangan 2 anggota.......yaitu Ny. Sitta Sugianto dan Ny. Titi Djuwarsa. Kami semua sangat merasa kehilangan karena.....masing-masing dari dua ibu ini sebenarnya adalah asset berharga, mereka selain selalu aktif di Pertemuan Bulanan juga handal dalam memasak dan berorganisasi. Kepada :

Ny. Sitta Sugianto dan Ny. Titi Djuwarsa
DWP KBRI Roma mengucapkan
Terima Kasih atas segala sumbangsih selama aktif di DWP KBRI Roma
Selamat Jalan, Sukses selalu dan segera menyesuaikan dengan suasana di Tanah Air. Amin

Tidak ada tangis perpisahan memang hari itu, namun tetap suasana kehilangan 2 orang anggota sekaligus sempat membuat hening ruang pertemuan.....apalagi ketika Ny. Titi Djuwarsa dengan gayanya yang "Khas" mulai berkata-kata mengungkapkan kesan selama bergabung dengan DWP KBRI Roma ...tapi tiba-tiba suasana menjadi agak hidup dengan adanya undangan langsung ke Istana Citayam, kediaman Ny. Titi Djuwarsa, ditambah lagi kita dijanjikan akan dihidangkan ikan hasil ternak sendiri katanya...."wah klo gitu kita adain reuni aja nih ntar di Citayam". Lain halnya dengan Ny. Sitta Sugianto yang mengaku "happy" pulang ke Tanah Air entah karena sudah kangen berat sama siomay langganan or puyunghai langganan atau karena ga suka tinggal di Roma? oh ternyata bener ya pepatah kuno "hujan batu dinegeri sendiri masih lebih baik daripada hujan euro di negeri orang" ......sebagai ungkapan kehangatan Ny. Sitta Sugianto memberikan satu rangkaian bunga kepada DWP KBRI Roma yang diterima oleh Ny. Daruni Purnomo.

Saturday, May 24, 2008

Pertemuan Bulanan:"Perpisahan dan Musim Semi ala DWP Roma"

Pertemuan Bulan Mei ini menyadarkan kami akan segera kehilangan salah satu anggota. Ibu Djafar Husein akan segera meninggalkan Roma karena tugas suami beliau sudah selesai, namun akan dilanjutkan dengan tugas berikutnya mendampingi suami tercinta memimpin Perwakilan Indonesia di Colombo, Srilanka. Begitu banyak kenangan selama aktif di DWP Roma, salah satunya saat-saat bersama di Kelas Keterampilan yang ikut dirintis oleh Ibu kita yang satu ini. DWP KBRI Roma mengucapkan :

Selamat Jalan Ibu Djafar Husein dan Keluarga,
Semoga Ibu dan Keluarga segera dapat menyesuaikan dengan
lingkungan di tempat baru
dan
terima kasih atas partisipasinya selama aktif di DWP KBRI Roma.

Pertemuan kali ini juga dihiasi dengan warna-warni indah yang menunjukkan semaraknya musim semi ala DWP KBRI Roma yaitu dengan dipamerkannya kebolehan para peserta kelas keterampilan menghias cake, sebanyak enam buah cake dengan berbagai design dekorasi dan warna-warni menghiasi tengah ruangan pertemuan bak kembang setaman. Juga tak lupa ucapan terima kasih kepada Ny. Sitta Sugianto sebagai "Maestra" yang telah dengan susah payah meluangkan waktu disela-sela kesibukkannya untuk membimbing para peserta untuk mampu menghias cake. Tapi tidak cukup hanya meluangkan waktu ternyata Maestra punya kejutan untuk para murid, yaitu dengan memberikan masing-masing hadiah yang akan sangat diperlukan ketika berkreasi menghias dan membuat cake...termasuk komentator dan pengamat turut kecipratan hadiah loh!!!...duh Maestra buka kelas lagi dongggggg....kita juga mau dikasih hadiah.

Selain itu juga untuk memantapkan kemampuan membuat cake yang tidak hanya cantik tapi juga enak terutama murah (biar kalo buka pasticeria bisa untung banyak...he3x) ada juga demo cara membuat cake dengan mudah, murah dan mammamia buono oleh Saudara Yurica de Luca, bayangkan hanya dengan empat buah telur bisa jadi cake nan tebal dan luebarrrr...duh Mbak Rika kebetulan banget nih dollar lagi lemeessss padahal telur harganye Euro....he3x.
Juga tidak ketinggalan doorprize satu Euro-an yang kali ini jadi seru dan pemenangnya jadi buanyaaaakkkkk karena beberapa cake hasil karya peserta ditawarkan juga sebagai hadiah. Nih dia pemenangnya.....Pak Tatang monggo diahabisin tuh cake biar tambah gembul....he3x. Lalu? makan siang dulu yuk....arisan yang dapet siapa ya?"

(Hasil karya Sdra Sally Daniel, kupersembahkan untuk Bang Daniel katanya)