skip to main |
skip to sidebar
Tanah air kita, Indonesia, sangat kaya akan makanan tradisonal, salah satunya jenis kue tradisional. Untuk melestarikan keberadaan kue tradisional sangat perlu dibudayakan kebiasaan menyajikan makanan has tanah air. Bagi kami yang sedang merantau di Roma ini adalah suatu kebanggaan bisa menyajikan makanan has tanah air baik dalam acara-acara yang diselenggarakan di KBRI maupun di luar KBRI, karena itu kita harus bisa membuat sendiri kue tradisional terutama yang bahannya tidak sulit didapatkan. Pada Pertemuan Bulanan Februari ini dalam rangka melestarikan kue tradisional DWP KBRI Roma menampilkan acara Demo Membuat Kue Putu Ayu yang disampaikan oleh Ny. Sitta Sugianto dengan dibantu Ny. Titi Djuwarsa. Satu persatu bahan-bahan yang diperlukan mulai disampaikan: tepung terigu, susu kental,gula, santan.....e...TBM, pewarna hijau dengan aroma pandan...ups...jangan lupa sedikit garam. Sambil menikmati snack para hadirin yang hadir dengan cermat memperhatikan kebolehan Ny. Sitta Sugianto dalam mencampur satu demi satu bahan yang sudah disiapkan.
Sambil meramu bahan-bahan tidak lupa Ibu dengan 4 orang anak ini memberikan tips-tips yang beliau peroleh selama berulang kali membuat sendiri Kue ini, diantaranya untuk menghindari jatuhnya embun ke kue yang sedang dikukus dari tutup dandang sebaiknya bagian dalam tutup dandang diselimuti kain serbet selain itu juga beliau mengingatkan pewarna sebaiknya dicampur dengan santan untuk mendapatkan warna kue yang rata dan yang terpenting api kompor ketika kue sedang dikukus jangan terlalu besar...sedang saja . Karena tertarik beberapa peserta pertemuan bulanan yang hadir ikut membantu menaruh kelapa dicetakan dan untuk pekerjaan ini tipsnya adalah kelapa harus agak ditekan agar adonan tidak meresap ke atas.Menurut Ny. Sitta, kue ini selain tidak memakan biaya yang besar juga sangat cepat disajikan...dan terbukti para hadirin yang hadir bisa langsung menikmati hasil Demo oleh Ny. Sitta siang itu....dan e..emmmmm....hasilnya luar biasa enak dan lembut apalagi yang baru mateng. Siang itu seperti biasa Pertemuan Bulanan ditutup dengan makan siang bersama.
Coffee Morning UNWG biasanya rutin diselenggarakan sebulan sekali dan biasanya lokasi penyelenggaraan berpindah-pindah, dan kali DWP KBRI Roma ketempatan penyelenggaraan Coffee Morning UNWG, untuk mempersiapkan segalanya pada H-1 semua keperluan dipersiapkan, seperti meja tempat makanan dan slide karena kesempatan ini juga dimanfaatkan oleh DWP untuk mempromosikan wisata dengan memutar film tentang wisata di Indonesia. Acara dimulai pada pukul 11 siang dan banyak juga anggota yang hadir, tapi sayangnya Presiden UNWG hari ini tidak dapat hadir. Biasanya para anggota datang dengan tidak lupa membawa makanan has dari negara masing-masing sehingga dengan segera meja makanan langsung terisi dengan berbagai macam makanan aneka warna, bentuk dan rasa. DWP sendiri kali ini ga ketinggalan menampilkan makanan khas berupa Lumpia dan Kue Putu Ayu. Acara dibuka dengan sambutan dari beberapa pengurus dan tidak lupa Ketua DWP KBRI Roma, Ny. Daruni Purnomo, memberikan sambutan sebagai tuan rumah selanjutnya diteruskan dengan pengumuman-pengumuman UNWG untuk para anggota.
Tiba acara pemutaran film pariwisata Indonesia, semua yang hadir dengan santai menikmati indahnya Indonesia dari mulai kekayaan alam, makanan, tari-tarian dan lain-lain. Mereka tampak puas dengan pemandangan indah yang disajikan dan memberikan aplaus panjang diakhir pemutaran film.Acara berlanjut dengan mencicipi makanan khas dari para anggota dari berbagai negara yang hadir, makanan tersusun rapi dan terbagi menjadi yang gurih dan yang manis. Semangat sekali peserta yang hadir mencicipi tiap makanan dan akhirnya ditutup dengan teh dan kopi hangat. Setelah selesai menikmati hidangan acara dilanjutkan dengan pengocokan undian dari penjualan Ruffle ticket. Para tamu yang hadir sangat puas dengan pelayanan lokasi DWP KBRI Roma, mereka mengucapkan terima kasih atas kenyamanan yang kami hadirkan. 
Pertemuan bulanan mengawali tahun 2008 kami isi dengan acara utama memperkenalkan Seni Docupage di Kaca, hari ini, 10 Januari. Seni ini merupakan salah satu bagian Seni Docupage yang menggunakan media kaca, seperti piring kaca, yang kami peroleh dari kursus singkat di Kediaman Pa` De beberapa waktu yang lalu. Seni ini disampaikan oleh Ny Titi Djuwarsa dan Ny. Sitta Sugiyanto yang menjelaskan baik bahan maupun caranya termasuk tips dan trik untuk mendapatkan hasil yang baik. Menurut Ny. Titi Djuwarsa kesabaran dalam mengelem merupakan kunci suksesnya seni ini, sedangkan Ny. Sitta Sugiyanto berbaik hati memberikan tips untuk seni ini yaitu jika menggunakan piring sebaiknya pilih piring dengan bagian bawah tanpa tekstur apapun. Ga cuma sekedar mejeng menjelaskan bahan dan caranya, kedua Ibu yang mengaku hobby belajar hal baru ini juga tidak lupa memarmerkan hasil karya yang indah sekali jika menghiasi meja sudut di ruang tamu kita ataupun untuk diberikan sebagai souvenir kepada kolega kita. Peserta pertemuan bulanan yang hadir tampak kagum dengan hasil karya kedua Ibu ini dan tertarik untuk mengetahui lebih jauh dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan tentang seni ini dan ingin bergabung untuk mengikuti Kelas Keterampilan yang merupakan tindak lanjut dari diperkenalkannya seni ini. Ok, Ibu-ibu silahkan mendaftar, gratis kok ! dan disiapkan bahan-bahan yang diperlukan, segera kita akan bertemu kembali di Kelas Keterampilan yang akan dibimbing oleh Ny. Titi Djuwarsa, Ny. Sitta Sugiyanto dan juga Ibu Djafar Husein. Hari ini, selain memperkenalkan seni Docupage kita juga berlatih menyanyi dengan dibimbing oleh Ibu Emmy Trenggono.....mi...mi...mi...fa...la...sol...fa...re....do...mi...mi...mi....! Seperti biasa acara kami akhiri dengan makan siang bersama dan ramah tamah sambil mengocok arisan. Semoga sukses!
Tanggal 25 November kemarin kembali Pengajian An Nur diselenggarakan, tapi kali ini, setelah beberapa kali sempat vacum diselenggarakan di KBRI Vatican. Kegiatan Pengajian An Nur merupakan salah satu cara silahturahmi antara dua KBRI di Italy, karena itu biasanya diselenggarakan secara bergantian. Acaranya diisi dengan shalat maghrib berjamaah yang kemudian dilanjutkan dengan mengkaji suatu materi, kali ini diisi oleh Uztad Erizal Sodikin yang membahas mengenai qurban. Beliau menceritakan sejarah qurban yang merupakan kisah mengharukan Nabi Ibrahim yang diperintahkan oleh Allah, SWT untuk menyembelih Ismail, anak yang sangat disayanginya. Selain itu Uztad Erizal Sodikin juga menjelaskan manfaat qurban yaitu merupakan bukti ketaqwaan dan keimanan seseorang juga merupakan cara membunuh sifat kikir. Diakhir ceramah Beliau menghimbau walaupun saat ini kita sedang tidak berada di tanah air kita bisa tetap berqurban di tanah air. Pengajian kali ini uga dilengkapi dengan pertanyaan-pertanyaan dari beberapa peserta pengajian yang hadir mengenai beberapa hal-hal, dan selanjutnya diisi dengan acara ramah-tamah dengan mencicipi hidangan makan malam yang disajikan oleh Ibu Duta Besar Vatican. Setelah beramah tamah kembali peserta pengajian mengadakan shalat Isya` berjamaah yang sekaligus menutup acara pengajian malam itu.